Nasyiatul Aisyiyah Makassar Gelar Tarhib Ramadhan “Mindfulness in Ramadhan” Bahas Ibadah Puasa dan Kesehatan Perempuan

 



Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Makassar menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan bertajuk “Mindfulness in Ramadhan: Persiapan Perempuan dari Tubuh, Jiwa, dan Iman” pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertepatan dengan 19 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan diikuti oleh kader serta peserta dari berbagai cabang dan umum.


Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Syahridha, M.Kep., M.Ked.Trop, Ketua Kesehatan Lingkungan PW Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta Dr. Rahmi Dewanti Palangkay, Lc., M.A., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar. Acara dipandu oleh Annisa Y Febrianti, S.Ked, dari Departemen Kesehatan PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar.


Dalam pemaparannya, Dr. Rahmi Dewanti Palangkay menjelaskan bahwa puasa Ramadhan perlu dipahami sebagai ibadah yang sarat dengan nilai kesadaran dan kemudahan syariat, khususnya bagi perempuan. Ia mengulas perbedaan darah haid dan istihadhah menurut pandangan ulama, termasuk ketentuan ibadah bagi perempuan yang sedang haid, hamil, dan menyusui.
“Islam memberikan keringanan sebagai bentuk rahmat, tanpa menghilangkan nilai ibadah. Hal terpenting adalah pemahaman yang benar agar perempuan dapat beribadah dengan tenang dan yakin,” jelasnya.


Sementara itu, Dr. Syahridha menekankan pentingnya kesiapan fisik melalui pengaturan komposisi nutrisi selama Ramadhan. Menurutnya, sahur dan berbuka perlu memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
“Puasa yang dijalani dengan pola makan seimbang justru dapat meningkatkan kesehatan, termasuk menjaga energi dan stabilitas hormon pada perempuan,” ujarnya.


Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan pertanyaan, di antaranya mengenai cara membedakan darah haid dan istihadhah menurut ulama, tips makanan sehat untuk anak-anak selama Ramadhan, serta cara melatih anak berpuasa secara bertahap tanpa paksaan. Narasumber menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan penuh empati dalam membiasakan anak berpuasa, disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik anak.


Selain itu, dibahas pula mengenai olahraga yang tepat selama bulan Ramadhan. Peserta dianjurkan tetap melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan santai atau peregangan, dengan waktu yang tepat, misalnya menjelang berbuka atau setelah shalat tarawih atau saat subuh setelah sahur dan salat subuh..


Dari kegiatan ini, PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar berharap perempuan dapat menyambut Ramadhan dengan lebih sadar, sehat, dan berilmu, sehingga ibadah puasa tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga berdampak positif bagi kualitas hidup, keluarga, dan masyarakat.


Posting Komentar

0 Komentar